Senin, 25 Maret 2013

Cara praktis untuk sembuh dari beragam penyakit

Harga : Rp. 27.000,-  per dus ( isi 10 kantong)
Grosir : Rp. 25.000,- per dus  ( untuk pembelian min 12 dus/ 1 lusin)
             Rp. 23.000,- per dus  ( untuk pembelian diatas 12 dus /1 lusin)

Harga belum termasuk Ongkos kirim

            Kareema Graviola adalah Ramuan herbal dibuat dari daun sirsak (annona muricata) dan pegagan (centella asiatica) yg dikeringkan dengan hati-hati dan dengan takaran dosis yg tepat menjadikan ramuan herbal ini menjadi minuman yg berkhasiat.
 
Kandungan senyawa kimia tumbuh-tumbuhan (phytokimia) didalam daun sirsak yang utama adalah alkaloida yang dikenal dengan nama acetogenin, didalamnya ada kurang lebih 60 jenis senyawa alkaloida dan sediktnya 13 senyawa alkaloida yang memiliki daya bunuh terhadap sel-sel kanker, bahkan sel-sel kanker yang sudah kebal terhadap obat kemoterapi modern (multi drug resistensi/MDR), antara lain seperti adriamicyn, Vinblastin dan Vincristin.

Daya bunuh acetogenin terhadap sel kanker dari hasil penelitian universitas purdue, west lafayete, indiana, USA, pada tahun 1997 menemukan bahwa senyawa acetogenin adalah penghambat yang kuat proses reaksi enzimatis di dalam membran sel kanker dengan cara memblokir sumber energinya yaitu ATP (Adenosine triphosphate) hingga sel-sel kanker mati.
Pada tahun 2002 peneliti Jepang mengemukakan, acetogenin dalam daun sirsak dalam percobaannya mampu membunuh sel-sel kanker paru-paru, daya bunuhnya lebih baik dari kemoterapi.
 
Pada tahun 2003 hasil penelitian di Taiwan mengemukakan acetogenin dalam daun sirsak sangat mematikan bagi sel-sel kanker ovarium, serviks, payudara, bladddaer dan kulit, walaupun dengan dosis yang sangat kecil.
Meningkatkan kekebalan terhadap inveksi virus n bakteri serta mencegah asam urat. Dapat berfungsi sebagai penenang/ mengurangi stress, bagi pria sehat dapat menambah jumlah dan memperkuat sperma (Prof.DR.AM.Zuhud.Ms, Trubus 494 Januari 2011/ XLII)

Khasiat Kareema Graviola :
1. kanker
2. Diabetes
3. Asma

Daun sirsak juga telah lama digunakan secara tradisional antara lain untuk mengobati:
-Sakit sendi
- Batuk  
-Tekanan darah tinggi
-Disentri  
-Cacingan
-Demam
-tumor 

 Plus Kandungan senyawa kimia dari pegagan:
pegagan yang simplisianya dikenal dengan sebutan cantella herba memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Diduga glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside merupakan antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang ada memberikan rasa pahit.
Sifat dan manfaat
Pegagan berasa manis, bersifat mendinginkan, memiliki fungsi membersihkan darah, melancarkan peredaran darah, peluruh kencing (diuretika), penurun panas (antipiretika), menghentikan pendarahan (haemostatika), meningkatkan syaraf memori, anti bakteri, tonik, antispasma, antiinflamasi, hipotensif, antialergi dan stimulan. Saponin yang ada mengambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (menghambat terjadinya keloid).
Manfaat pegagan lainnya yaitu meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki, mencegah varises dan salah urat, meningkatkan daya ingat, mental dan stamina tubuh, serta menurunkan gejala stres dan depresi. Pegagan pada penelitian di RSU dr Soetomo Surabaya dapat dipakai untuk menurunkan tekanan darah, penurunan tidak drastis, jadi.
Mengapa harus Kareema Graviola..?
Metode pengobatan kanker saat ini banyak mengalami keterbatasan, (Richard Bileveau, Ph.D & Denis Gingras, Ph.D;11 makanan ampuh pencegah kanker, terbitan PT Gramedia).
Dengan operasi atau pembedahan dan radioterapi tak akan mampu menghilangkan semua sel kanker, kemoterapi mempunyai efek samping yang banyak bagi tubuh, kemoterapi adalah racun sel dimana ia menyerang tidak hanya sel sakit akan tetapi juga menyerang tidak hanya sel sakit akan tetapi juga menyerang sel sehat. Sel-sel sehat tertentu misalnya, sel-sel pada dinding usus, atau sel-sel sumsum tulang yang harus membelah diri secara teratur untuk menjalankan dungsinya akan menjadi target utama bagi obat kemoterapi, sebuah kondisi yang menunjukkan efek-efek racun pada sel sehat. Resistensi selama kemoterapi sel-sel tumor menggunakan mekanisme untuk mempertahankan diri yaitu dengan beradaptasi dengan racun itu yakni dengan menciptakan protein-protein yang mampu memompa keluar racun tersebut melukai sel-sel kanker tersebut. Hal ini yang disebut dengan Multi Drug Resistance (MDR) dimana sel kanker sudah kebal terhadap obat-obatan kemoterapi. Oleh karena itu jika kanker muncul kembali setelah pengobatan kemoterapi maka merupakan serangan kanker yang lebih ganas karena sel-sel kanker telah bermutasi.
Teh graviola yang berasal dari daun sirsak mengandung zat aktif annonaceous acetogenin. Zat ini menurut penelitian adalah senyawa terkuat anti tumor berdasarkan penelitian. Menurut the journal of natural product bahwa annonaceous acetogenin memberikan harapan baru bagi penderita kanker, senyawa tersebut secara selektif mampu membedakan sel sehat dan sel yang sakit. Secara singkat metode annonaceous acetogenin dalam melawan sel kanker adalah berikut:
Acetogenin mengganggu perkembangan sel kanker dengan cara mengurangi jumlah ATP yang dibutuhkan oleh sel kanker. Caranya, acetogenin masuk dan menempel pada dinding sel, lalu masuk kedalam sel dan merusak ATP di dinding mitokondria. Sel kanker akan mati bila ATP sebagai sumber energi dihambat, sedang sel sehat tidak membutuhkan banyak energi (Prof.Soelaksono Sastrodihardjo. Trubus 494-Januari 2011/ XLII). Bahkan sel-sel kanker yang kebal terhadap obat-obatan kemotrapi pun tidak sanggup melawan annonaceous acetogenin.
Sajian teh graviola yang mengandung senyawa fitokimia annonaceous acetogenin mampu membuat sel kanker menjadi kekurangan bahkan kehilangan sumber energi (ATP), sehingga teh ini dapat digunakan sebagai herbal yang dapat membunuh sel-sel kanker.